
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto berencana membangun penjara khusus bagi koruptor di pulau terpencil sebagai langkah tegas dalam memberantas korupsi di Indonesia. Kebijakan ini bertujuan memberikan efek jera, mengingatkan para pelaku bahwa mereka tidak akan bisa melarikan diri dari hukuman yang telah dijatuhkan.
Menurut Prabowo, korupsi merupakan hambatan besar dalam pembangunan negara dan memberikan dampak negatif langsung pada masyarakat. “Koruptor itu menyusahkan rakyat. Kalau kita ingin negara maju, mereka harus ditindak tegas,” ujar Prabowo dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu (12/3).
Rencana pembangunan penjara ini akan dikaji lebih lanjut oleh pemerintah, termasuk dalam hal lokasi dan mekanisme pengelolaannya. Beberapa opsi pulau terpencil sedang dipertimbangkan untuk memastikan bahwa fasilitas ini benar-benar mencegah koruptor melarikan diri maupun mendapat perlakuan istimewa.
Selain itu, Presiden juga menegaskan bahwa hukuman bagi pelaku korupsi perlu diperberat agar tidak ada celah bagi mereka untuk kembali melakukan kejahatan serupa.
Langkah ini mendapat tanggapan beragam dari berbagai kalangan. Sebagian pihak mendukung kebijakan ini sebagai terobosan dalam pemberantasan korupsi, sementara lainnya meminta agar rencana tersebut tetap memperhatikan prinsip hukum dan hak asasi manusia.
Jika terealisasi, penjara di pulau terpencil ini akan menjadi salah satu pendekatan paling tegas dalam upaya membersihkan Indonesia dari praktik korupsi.
Sumber: insagram – @infojkt
